pembelajaran TPQ dengan metode UMMI

Visi

Visi Ummi Foundation adalah menjadi lembaga terdepan dalam melahirkan generasi Qur’ani. Ummi Foundation bercita-cita menjadi percontohan bagi lembaga-lembaga yang mempunyai visi yang sama dalam mengembangkan pembelajaran Al Qur’an yang mengedepankan pada kualitas dan kekuatan sistem.

Misi

Mewujudkan lembaga pendidikan dan dakwah yang dikelola secara profesional.
Membangun sistem manajemen Pembelajaran Al Qur’an yang berbasis pada mutu.
Menjadi pusat pengembangan pembelajaran dan dakwah Al Qur’an pada masyarakat.

Mengapa Bernama Ummi

Kata ummi berasal dari bahasa arab “ummun” yang bermakna ibuku dengan penambahan “ya mutakallim”
Pemilihan nama Ummi juga untuk menghormati dan mengingat jasa ibu. Tiada orang yang paling berjasa pada kita semua kecuali orang tua kita terutama Ibu. Ibulah yang mengajarkan banyak hal pada kita dan orang yang sukses mengajarkan bahasa di dunia ini adalah ibu.
Pendekatan yang digunakan dalam pembelajaran Al-Quran metode Ummi adalah pendekatan bahasa ibu.

Strategi 3 Pendekatan Bahasa Ibu

  • Direct Method (Langsung)
    Yaitu langsung dibaca tanpa dieja/diurai atau tidak banyak penjelasan. Atau dengan kata lain learning by doing, belajar dengan melakukan secara langsung.
  • Repetition (Diulang-Ulang)
    Bacaan Al Quran akan semakin kelihatan keindahan, kekuatan, dan kemudahannya ketika kita mengulang-ulang ayat atau surat dalam Al Quran. Begitu pula seorang ibu dalam mengajarkan bahasa kepada anaknya. Kekuatan, keindahan, dan kemudahannya juga dengan mengulang-ulang kata atau kalimat dalam situasi dan kondisi yang berbeda-beda.
  • Affection (Kasih Sayang Yang Tulus)
    Kekuatan cinta, kasih sayang yang tulus, dan kesabaran seorang ibu dalam mendidik anak adalah kunci kesuksesannya. Demikian juga seorang guru yang mengajar Al Quran jika ingin sukses hendaknya meneladani seorang ibu agar guru juga dapat meyentuh hati siswa mereka.

Adapun 7 program dasar Ummi antara lain:

Tashih Bacaan Al-Quran

Program ini dimaksudkan untuk memetakan standar kualitas bacaan Al Qur’an guru atau calon guru Al Qur’an, sekaligus untuk memastikan bacaan Al Qur’an guru / calon guru Al Qur’an yang akan mengajarkan Metode Ummi sudah baik dan tartil.

Tahsin

Program ini dilakukan dalam rangka membina bacaan dan sikap para guru / calon guru Al Qur’an sampai bacaan Al Qur’annya bagus / tartil. Mereka yang telah lulus tahsin dan tashih berhak mengikuti sertifikasi guru Al Qur’an Metode Ummi.

Sertifikasi Guru Al-Quran

Program ini dilaksanakan selama 3 hari dalam rangka penyampaian metodologi bagaimana mengajarkan Al Qur’an Metode Ummi, mengatur dan mengelola pembelajaran Al Qur’an dengan Metode Ummi. Bagi guru yang lulus dalam sertifikasi guru Al Qur’an ini akan mendapatkan syahadah / sertifikat sebagai pengajar Al Qur’an Metode Ummi.

Coaching

Merupakan program pendampingan dan pembinaan kualitas penyelenggaraan pengajar an Al Qur’an di sekolah dan lembaga-lembaga yang menerapkan sistem Ummi sehingga bisa merealisasikan target pencapaian penjaminan mutu bagi siswa / santri.

Supervisi (Pemastian dan penjagaan mutu sistem ummi diterapkan di lembaga)

Merupakan program penilaian dan monitoring kualitas penyelenggaraan pengajaran Al Qur’an di sekolah dan lembaga-lembaga yang menerapkan sistem Ummi yang bertujuan memberikan akreditasi bagi lembaga tersebut.
Kegiatan evaluasi meliputi :
  1. Jumlah guru yang bersertifikat.
  2. Implementasi proses belajar mengajar di kelas .
  3. Standar hasil belajar siswa .
  4. Jumlah hari efektif Al Qur’an (HEQ).
  5. Rasio guru dan siswa .
  6. Manajemen / administrasi pengajaran .
  7. Pelaksanaan pembinaan guru dan mengevaluasi kualitas pembelajarannya

Munaqasyah ( Kontrol eksternal kualitas/ evaluasi hasil akhir oleh ummi foundation )

Merupakan program penilaian kemampuan siswa / santri pada akhir pembelajaran untuk menentukan kelulusan.
Bahan yang diujikan meliputi :
  1. Fashohah dan Tartil Al Qur’an (juz 1-30) .
  2. Membaca Ghoroib dan komentarnya .
  3. Teori Ilmu Tajwid dan menguraikan hukum-hukum bacaan.
  4. Hafalan dari surat Al A’la sampai surat An Naas.
Munaqasah meliputi tartil baca Al Qur’an dan Tahfidz (menghafal) Al QUr’an, baik juz 30 , 29, 28, 27, maupun di juz 1 – 5

Khotaman dan Imtihan

Acara yang bertujuan uji publik sebagai bentuk akuntabilitas dan rasa syukur, dikemas elegan, sederhana dan melibatkan seluruh stake holder sekaligus merupakan laporan secara langsung dan nyata kualitas hasil pembelajaran Al Qur’an
kepada orang tua wali santri/masyarakat. Acara meliputi :
  1. Demo kemampuan membaca dan hafalan Al Qur’an
  2. Uji publik kemampuan membaca, hafalan, bacaan ghoroib dan tajwid dasar
  3. Uji dari tenaga ahli Al Qur’an dari Tim Ummi dengan lingkup materi tertentu

sumber http://ummifoundation.org

Komentar